Falcon WMS Software

Tingkatkan performance gudang Anda.

Tingkatkan Akurasi data stok gudang

Inhouse Inventory accuracy Series Workshop.

Falcon Asset Management

Menjaga Seluruh Asset berharga Perusahaan Anda.

Falcon CMMS

Computerized Maintenance Management System.

Konsultan Inventory Accuracy

Biarkan Kami mendampingi Gudang Anda.

Rabu, 21 Februari 2018

Apakah Kepala Gudang tahu jika barang di gudangnya hilang 1,2,3,.. dus?

Di hampir semua Perusahaan tiap bulan dilakukan stokopname.
Stokopname seperti ritual yang mesti dilakukan, supaya Accounting dan Gudang secara moral rasanya 'nyaman' dan bertanggung jawab.

Pertanyaannya : Apakah Kepala Gudang tahu jika barang di gudangnya hilang 1,2,3,.. dus?


Beberapa tahun lalu di Harian Pikiran Rakyat, di Bandung, muncul berita di halaman 1 :
"Perusahaan X, manufaktur sepatu, kehilangan beberapa ribu pasang sepatu..."

Mungkinkah sepatu di Perusahaan X itu hilang, jika tidak terjadi perampokan besar?
Bisa saja terjadi.
Yang terjadi bukan perampokan besar, tapi 'perampokan kecil' yang terjadi setiap hari, sehingga akumulasinya menjadi ribuan pasang sepatu.


Hal serupa juga bisa terjadi di Perusahaan Bapak/Ibu.

Pertanyaan yang mesti ditanyakan ke Kepala Gudang adalah :

Apakah kamu tahu jika barang di gudang hilang 1,2,3,.. dus?
Dimulai dari angka 1, biasanya Kepala Gudang yang jujur akan menjawab tidak tahu, dilanjut ke angka 2,3, ... biasanya tetap jawabnya tidak tahu,

Mengerikan bukan, setiap bulan distokopname tapi hilang banyak dus tidak tahu.


Jika jawaban atas pertanyaan ini penting untuk Perusahaan Bapak/Ibu, silahkan hubungi kami untuk jalan keluarnya. Konsultasi dan jawaban akan kami berikan free tlp/online.



Selasa, 06 Juni 2017

Kasir

Kisah nyata, satu hari saya belanja bulanan ke Supermarket, saya beli odol merk P 10 buah, 3 yang besar 7 yang kecil.
Kasir ambil 1 odol yang besar, scan kemudian ketik angka 10. Saya terima struk 10 odol besar, padahal barang yang saya terima 3 odol besar 7 odol kecil. Karena hal ini stok supermarket menjadi tidak akurat.

Dalam hal ini apa yang salah? 

Kebanyakan dari kita berkata kasirnya yang salah, Software sebagus apapun jika manusianya tidak teliti tetap saja.

Apakah Bapak/Ibu setuju dengan hal ini ?
Silahkan memberikan komen.

Dan tunggu post lanjutan mengenai kasus ini.

Senin, 05 Juni 2017

Mengapa stokopname sampling sulit dilakukan ?

Karena sampling sering kali dilakukan per kode barang, namun 1 kode barang bisa tersebar di beberapa lokasi (dalam 1 gudang). Sulit dilakukan karena transaksi harus dihentikan, walaupun hanya sampling.

Jumat, 19 Mei 2017

Kerugian jika gudang tidak dibenahi : Persediaan barang berlebih

Persediaan barang berlebih, misalnya investasi untuk persediaan sebenarnya cukup Rp 1 M, tapi karena berlebih persediaan barang menjadi Rp 1,5 M. Barang yang berlebih itu bisa jadi rusak karena expired dsb. Berapa kerugian karena hal ini ?

Layout gudang

Jika kita tanya kepada Kepala gudang atau Manager Logistik : "Apakah gudang Bapak/Ibu sudah ada layoutnya ?", apa kira-kira jawab mereka ?
Mereka bilang " .. ada, gudang saya ada layoutnya", tapi kebanyakan yang disebut layout gudang adalah layout berdasarkan barang.
Di gudang, mungkin ditempel-tempel kertas seperti di Supermarket, yang tulisannya nama barang, atau digantung-gantung kertas seperti itu memakai tali jemuran.

Benarkah layout seperti itu ? Apakah layout yang demikian membantu mempermudah pencarian barang ?

Di workshop gudang, saya sering bercanda, saya bilang : "... jika orang gudang pulang ke rumahnya, orang gudang membawa serta juga data layout gudangnya". Layout gudang adalah asset perusahaan, seharusnya tidak ikut dibawa pulang.

Saya pernah datang ke satu Perusahaan Manufaktur dan masuk ke gudangnya, rupanya hari itu adalah hari pertama kepala gudangnya resign.
Personi gudang kewalahan mencari barang, karena layout gudang mereka ikut resign juga, lupa dikembalikan ke Perusahaan.

Masalah berikutnya dengan layout berdasarkan nama barang : bagaimana jika terjadi 1 nama barang ada di beberapa lokasi ?
Sulit bukan ?

Kamis, 19 Maret 2015

Bagaimana mengatasi ketidakdisiplinan dan ketidaktelitian

yang menyebabkan data stok tidak akurat?

Mengatasi ketidakdisiplinan dan ketidaktelitian personil yang menyebabkan data stok tidak akurat

  • MRP, ERP membutuhkan akurasi data stok minimal 95%.
  • Jadual produksi atau marketing menjadi kacau jika akurasi data rendah.
  • Pelayanan ke pelanggan buruk jika sering terjadi salah kirim barang.
  • FIFO tidak berjalan karena personil tidak disiplin, berapa nilai kerugiannya?
  • Mengapa cara mengatasi hal tersebut selama ini tidak berhasil?

MATERI
  1. Sampaikan masalah Anda : ketidakdisiplinan dan ketidaktelitian
  2. Ketidakdisiplinan dan ketidaktelitian dalam gudang.
  3. Kerugian akibat ketidakdisiplinan dan ketidaktelitian.
  4. Keterbatasan manusia.
  5. Ketidakdisiplinan personil - transaksi.
  6. Ketidaktelitian personil - transaksi.
  7. Cara mengatasi ketidakdisiplinan.
  8. Studi kasus 1 dan 2.
  9. Cara mengatasi ketidaktelitian.
  10. Studi kasus 1 dan 2.

Pernahkah 1 kali saja stokopname benar?

Kami pernah memberikan Workshop Pembenahan gudang di sebuah Perusahaan Manufaktur di Jatiuwung Tanggerang.

Peserta Workshop cukup banyak (+- 50 orang), kemudian saya mengatakan "... saya sudah menangani gudang dari tahun 1986", kemudian saya tanya ke peserta, adakah yang lebih lama dari saya di gudang ?

Ada seorang peserta, Bapak tua, yang mengangkat tangan, beliau bilang "Saya Pak, saya sudah di gudang 30 tahun, setiap bulan melakukan stokopname".
Jadi beliau sudah melakukan stokopname sebanyak : 30 * 12 = 360 kali.

Kemudian saya tanyakan 1 hal kepada beliau : "Pernahkan dari 360 kali stokopname itu, 1 kali saja benar : stokopname = stok komputer ?
Beliau dengan jujur dan tidak memikirkan gengsi berkata "Belum pernah 1 kalipun sama".

Saya juga sering memberikan pertanyaan ke Perusahaan-perusahaan : "Yakinkah akan data hasil stokopname ?"

Hampir semua  mengatakan "Yakin, yakin salah !"
Jika ke-2 pertanyaan di atas saya tanyakan kepada Personil gudang Perusahaan Bapak/Ibu, kira-kira apakah jawabannya ?