Falcon WMS Software

Tingkatkan performance gudang Anda.

Tingkatkan Akurasi data stok gudang

Inhouse Inventory accuracy Series Workshop.

Falcon Asset Management

Menjaga Seluruh Asset berharga Perusahaan Anda.

Falcon CMMS

Computerized Maintenance Management System.

Konsultan Inventory Accuracy

Biarkan Kami mendampingi Gudang Anda.

Senin, 12 Maret 2018

WMS yang lebih sederhana dan cepat

Banyak Perusahaan memerlukan Software WMS karena ingin :

  • Data stok gudang lebih akurat.
  • Operasional lebih cepat.
  • Gudang jadi transparan.
  • dll

Software WMS dari luar negeri umumnya di atas USD 100,000

Masalah muncul setelah implementasi, yang paling kentara saat picking barang, biasa picker picking berdasarkan kertas, sekarang harus menggunakan mobile barcode scanner.

Celakanya saat picking, banyak waktu tambahan yang diperlukan (yang biasanya tidak perlu) :
  • Scan barcode lokasi.
  • Scan barcode kode barang.
  • Input Qty.
  • Scan serial number, jika ingin FIFO/FEFO dan ingin mencegah scan barcode 2x/lebih.

Setelah beberapa bulan go live WMS baru sadar ternyata operasional di gudang menjadi lebih lambat setelah implementasi WMS.

Apakah WMS tetap harus dijalankan ? Harus, karena sudah membayar mahal (di atas USD 100,000).


Banyak Perusahaan di Indonesia mengalami hal ini : Terpaksa menjalankan karena sudah beli.


Kami memiliki Software WMS yang berbeda dengan WMS umumnya, saat picking terdapat 2 opsi :
  • Tetap menggunakan kertas (print picking list), tidak perlu bawa barcode scanner.
  • Menggunakan mobile barcode scanner.




Rabu, 07 Maret 2018

Tipe barcode mana yang paling cocok untuk Gudang atau Produksi Anda?

Paling sedikit ada 3 tipe barcode yang dapat kita gunakan di gudang/produksi.


Tipe 1 : Barcode Supermarket
Di Indonesia menggunakan simbologi EAN-13.
Barang yang sama menggunakan barcode yang sama.
Contoh :  Ada 2 bungkus Supermie kari ayam, maka keduanya memiliki barcode yang sama.

Barcode ini dibuat sebenarnya bukan untuk intern Perusahaan tapi untuk Customer.

Hampir semua Tim IT hanya mengerti tipe barcode ini, karena ini yang kerap ditemui di retail/Supermarket. Pada banyak kasus, menurut saya pilihan ini keliru.


Tipe 2 : Barcode Batch
Kemasan/Dus dengan batch sama akan memiliki barcode yang sama.


Tipe 3 : Barcode Serial
Tiap Dus/palet pasti memiliki barcode yang berbeda, walaupun barangnya sama.



Akurasi yang paling tinggi adalah barcode tipe 3 karena tidak bisa discan 2x atau lebih.
Operasional di gudang paling cepat adalah tipe 3 karena, hampir di semua transaksi tidak perlu scan barcode lokasi (kecuali put away).
Traceability paling tinggi adalah tipe 3, karena lebih rinci dari no.lot/batch.


Bagaimana dengan WMS bawaan ERP ? Bisa dikatakan semua adopt tipe 1, karena ERP berangkat bukan dari pemikiran barcode di awal. Saya beberapa kali bertemu dengan Perusahaan yang sudah menerapkan WMS dan barcode tapi tetap mengalami issue akurasi stok, karena keliru adopt tipe barcode.


Jadi jika Bapak/Ibu ingin memerlukan WMS Software atau Sistem barcode saja, artikel ini bisa jadi bahan pertimbangan.












Selasa, 06 Maret 2018

Berani tanda tangan ?

Satu hari, saya ikut meeting Manager dan Direksi di suatu Perusahaan besar.

Saat meeting, Manager GA HRD, berkata seperti ini :

"Tiap bulan, Tim Logistik dan Akuntansi melakukan stokopname. Beranikah menanda tangani Surat Pernyataan yang menyatakan bahwa data stokopname bulan ini itu akurat? "

Yang pertama ditanya adalah Manager Akuntansi, Beliau keberatan untuk tanda tangan, dan berkata "Tiap bulan stokopname Tim Saya hanya mendampingi Tim Gudang melakukan stokopname."

Kemudian Manager Logistik diberi pertanyaan yang sama, ternyata Beliau juga keberatan untuk tanda tangan, Beliau berkata "Tiap bulan stokopname itu kan atas permintaan Akuntansi, hajatnya Akuntansi"

2 Departemen melakukan kegiatan bersama, Stokopname, ke-2nya menanda tangani Laporan Hasil Stokopname, tapi tidak ada yang berani menanda tangani Surat Pernyataan,

Pertanyaan berikutnya : Sebenarnya siapa yang bertanggung jawab atas kebenaran data hasil stokopname ?

Jika kebenaran data hasil stokopname tidak ada yang mau bertanggung jawab, bagaimana kualitasnya?


Menurut saya hal seperti ini mesti diubah, setujukah Bapak/Ibu?

Jumat, 02 Maret 2018

Checker Gudang

Beberapa tahun lalu, saya berkesempatan mengamati proses keluar barang di Manufaktur Spring bed.
Spring bed diletakkan picker di truk.
1 truk bisa memuat Spring bed sekitar 10 disusun ke atas seperti kue lapis.
Sebelum truk berangkat seorang Checker memegang Surat Jalan menghampiri truk dan mencocokkan Surat Jalan dengan sekitar 10 Spring bed yang ada di truk.

Setelah mengamati beberapa hari di tempat itu, ternyata saya dapati bahwa hampir setiap hari ada selisih antara Surat Jalan dan spring bed yang dikirim.

Di kasus ini apanya yang salah ? Checker gudang atau Sistem atau yang lainnya ?

Di hampir semua Perusahaan, jika ada kasus salah kirim yang pertama-tama disalahkan adalah Checker gudangnya, bagaimana di tempat Bapak/Ibu?

Coba dipikirkan apanya yang salah?

Jika Bapak/Ibu menganggap yang salah adalah Checkernya maka solusi supaya masalah ini tidak terulang lagi adalah mengganti Checkernya.

Pertanyaannya : Apakah dengan mengganti Checker, masalah hilang, berkurang, atau sama saja?


Jawaban dari pertanyaan ini saya yakin sangat penting untuk akurasi stok di Perusahaan Bapak/Ibu.


Tunggu post berikutnya untuk menjawab kasus ini.


Salam.